Newest Post

Musics

| Sabtu, 11 Oktober 2014
Baca selengkapnya »


What makes me happy?

Saya pasti merasa sangat-sangat bahagia ketika saya bisa memainkan alat-alat musik yang ada di seluruh dunia. Sejak dulu sampai sekarang hobi saya adalah mendengarkan musik. Saya sangat ingin belajar bagaimana cara memainkan gitar,piano,biola,suling, gamelan dan lain-lain. Yaaaahh semoga kapan-kapan bisa belajar. 
Sebelum berangkat ke sekolah biasanya saya mendengarkan musik dulu, biar lebih semangat. Mendengarkan musik juga bisa membuat saya lebih rileks dan santai. 

Saya pernah membaca artikel tentang manfaat mendengarkan musik bagi kesehatan. Manfaat-manfaatnya adalah:

1.  Meningkatkan mood atau suasana hati

Memang benar adanya, musik bisa membuat perasaaan saya lebih baik. Semua jenis musik saya suka. Mulai dari musik pop, tradisi, dan lain-lain. 

2. Membantu lebih fokus

Tidak jarang saya mendengarkan musik ketika saya sedang belajar. Bagi saya itu memang membuat saya menjadi lebih fokus. Tapi bagi sebagian orang, belajar sambil mendengarkan musik memang menggangu.

3. Melepaskan Setress

Pokoknya yah, musik mempunyai banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Maka dari itu, sering-sering dengerin musik^^v


Musics

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 11 Oktober 2014
With 0komentar

Mahabarata Karna

|
Baca selengkapnya »

KARNA

Karna adalah putra sulung Dewi Kunti dan Batara Surya atau Dewa Matahari. Karna menurut bahasa Sanskreta berarti telinga. Karna terlahir lengkap dengan seperangkat senjata perang yang suci dan hiasan telinga yang indah berkilau seperti matahari. Kelak Karna menjadi senapati perang. Akan tetapi, Kunti menghanyutkannya ke sungai kemudian Karna dirawat oleh keluarga sais kereta. Ayah angkatnya bernama Adiratha dan ibu angkatnya beranama Rada. Karna adalah kesatria sakti yang mahir menggunakan segala macam senjata dan terkenal sangat dermawan.  Karna tahu rahasia semua senjata sakti dan keinginan terbesarnya adalah mertanding melawan Arjuna dan mengalahkannya. Dia diberi senjata sakti oleh Batara Indra karena kedermawanannya.
Karna menyamar menjadi brahmana dan berguru di Parasurama untuk mempelajari mantra agar dapat mempergunakan senjata terunggul yaitu Brahmastra. Karna mengaku bahwa dia berbohong dengan menyamar sebagai brahmana. Parasurama marah dan mengutuk pastu Karna, Brahmastra yang telah dia pelajari takkan bisa dia gunakan di saat yang menentukan hidup matinya. Karna takkan mampu mengingat mantra panggilan itu pada saat dia memerlukannya. Karna bersahabat dengan Duryudana, selama ini Karna dihidupi oleh anak-anak Dritarastra. Karna berutang budi pada mereka.
Duryudana dan Sangkuni telah merubah watak Karna menjadi sombong tapi dia tidak menyadari kesombongannya dan malah menuduh orang lain menyalahkan dirinya. Penilaiannya selalu diliputi oleh keangkuhannya.
Ketika perang, Karna tidak ingin berperang sebelum Bisma gugur. Kesatria tangguh itu menjadi  pemimpin pasukan Kaurawa. Pada akhirnya, Karna gugur karena Gandiwa sakti milik Arjuna.

Mahabarata Karna

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

Mahabarata Krisna

| Rabu, 01 Oktober 2014
Baca selengkapnya »


Penjelasan Tokoh Krisna

     Krisna adalah putra dari Basudewa dan Dewaki. Krisna adalah raja dari kerajaan Dwaraka. Dia memimpin dengan adil dan bijaksana. Krisna mempunyai kakak yang bernama Baladewa atau Balarama. Nama lain Krisna adalah Janardana yang artinya dalah kesayangan manusia. Krisna adalah manusia setengah dewa, dia adalah penjelmaan Hyang Widhi yang membawa perdamaian, wujud aslinya yang suci dan agung. Ketika  Krisna memperlihatkan wujud aslinya di depan Raja Dristarasta, selama beberapa saat Dristarasta yang buta dapat melihat Krisna. Raja itu takjub kemudian menyembah Krisna dan berkata kepadanya bahwa setelah melihat Krisna dalam bentuk Wiswarupa, Dristarasta tidak ingin melihat apa-apa lagi. Seketika itu ia kembali buta seperti sediakala. Semua orang menghormatinya, mengagungkannya, dan menyayanginya. 
Krisna bersahabat dengan Pandawa, terutama Arjuna sekaligus menjadi penasehat bagi Pandawa. Krisna telah bersumpah di hadapan Drupadi untuk membantu Pandawa untuk mengalahkan Kaurawa. Sebelum terjadinya perang, Krisna sudah memperingatkan Duryudana untuk berdamai dengan Pandawa agar perang tidak terjadi. Duryudana tetap saja ingin berperang. Pandawa dan Kaurawa adalah saudaranya Krisna. Tindakan adil yang dilakukannya adalah tetap memihak Pandawa dan bersumpah tidak akan memegang senjata. Kemudian Krisna menjadi sais kereta Arjuna di perang.
 Menjadi sais kereta Arjuna, Krisna dengan setia mendampingi sahabatnya itu. Krisna selalu mengingatkan Arjuna agar tetap teguh pendirian, tidak boleh lengah, dan harus selalu bejiwa kesatria yang tangguh. Ketika Arjuna sedang bersedih, Krisnalah yang mengihiburnya dengan sabar, meyakinkan Arjuna bahwa kebahagiaan akan mereka dapatkan. 
Setelah perang berakhir dan Pandawa menang, Krisna kembali ke kerajaannya. Bangsa yadawa adalah bangsanya Krisna. Bangsa tersebut terkena kutuk pastu, mereka saling membunuh. Krisna sangat sedih menyaksikan bagaimana bangsanya memusnahkan diri mereka sendiri. Kemudian Krisna pergi kehutan untuk mengembara. Dihutan dia sudah menduga dirinya akan meninggal, Krisna merebahkan diri. Seorang pemburu bernama Jaras kebetulan lewat dekat tempat Krisna merebahkan diri. Jaras melepaskan anak panahnya, mengira Krisna seekor rusa yang sedang duduk untuk beristirahat. Anak panah itu tepat menembus kaki dan tubuh Krisna. Seketika itu juga Krisna alias Wasudewa menghembuskan napas terakhirnya.

Mahabarata Krisna

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 01 Oktober 2014
With 0komentar

Mahabarata Drupadi

| Senin, 22 September 2014
Baca selengkapnya »



Penjelsan Tokoh DRUPADI

Kali ini saya akan berbagi sama kalian tentang penjelasan tokoh wanita utama dalam kisah Mahabarata. Wanita ini bernama Drupadi. Oleh Pandawa, Drupadi biasa dipanggil Panchali. Dia adalah tokoh wanita kesukaan saya^^
Drupadi adalah putri Raja Drupada dari kerajaan Panchala. Kakaknya bernama Dristayumna. Pada suatu hari Raja Drupada dan Dristayumna mengadakan sayembara untuk mencari suami bagi Drupadi, putri yang terkenal cantik, bijaksana, anggun dan berbudi halus. Arjuna datang untuk mengikuti sayembara itu dan berhasil memenanginya. Drupadi takjub melihat ketangkasan Ajuna dalam memanah. Kemudian Arjuna membawanya ke Kunti. Kelima Pandawa menikahi Drupadi, itu mereka lakukan karena mereka telah bersumpah untuk membagi apa yang mereka punya. Drupadi mengerti dan menerimanya.
Drupadi adalah istri yang sangat setia kepada suami-suaminya. Pandawa sangat menyayanginya dan selalu melindunginya. Drupadi mempunyai beberapa putra dari kelima suaminya itu. Pratiwindya, putranya dari Yudistira. Strutasoma, putra Drupadi dari Bima. Strutakritti, putranya dari Ajuna. Satanika, dari Nakula. Dan putra dari Sadewa adalah Strukarman.
Ketika salah satu suaminya, Yudistira kalah dalam permainan dadu dan membuat Pandawa dan Drupadi kehilangan segalanya, Dursasana melecehkan Drupadi di depan umum dengan niat untuk menelanjangainya. Drupadi yang ketakutan kemudian membaca doa dan jatuh pingsan. Kejadian ajaib muncul, setiap kali dia melepas pakaian sang putri yang tak sadarkan diri itu, setiap kali pula muncul pakaian baru menutupi tubuhnya yang jelita. Dursasana terus melakukan pekerjaan hina itu. Pakaian Drupadi menumpuk seperti gunung, tetapi tubuhnya yang belum siuman tetap utuh dan berpakaian lengkap. Yang Kuasa telah melindungi Drupadi. Bima telah bersumpah dia tidak akan masuk surga sebelum dia membunuh dan menghisap darah Dursasana.
Drupadi sangat sedih, malu, dan marah karena dia telah dipermalukan di depan banyak orang. Dia mengadukan kesedihannya itu kepada Kresna dan Dristayumna. Lalu mereka bersumpah di hadapan Drupadi untuk membalaskan dendamnya.
Drupadi menyamar sebagai pelayan permaisuri Raja Wirata di negeri Matsya dan mengganti namanya menjadi Sairandri ketika Drupadi dan Pandawa menjalani masa penyamaran.
Putra-putra Drupadi dikenal sebagai kesatria yang tangguh. Tetapi mereka terbunuh karena kelicikan Aswattama. Dia membunuh putra-putra Drupadi ketika mereka sedang tertidur.
Putri yang sangat cabtik kebanggan PAndawa itu meninggal ketika dia dan Pandawa pergi ke gunung Himalaya untuk mencapai kediaman Batara Indra. Drupadi meninggal diurutan pertama. Dosanya adalah dia sangat mencintai Arjuna. Pada akgirnya Drupadi hidup bahagia dengan Pandawa di surga.

Mahabarata Drupadi

Posted by : Unknown
Date :Senin, 22 September 2014
With 0komentar

Mahabarata Sadewa

| Minggu, 21 September 2014
Baca selengkapnya »


Penjelasan Tokoh Sadewa

Sadewa adalah saudara kembarnya Nakula. Dia adalah putra bungsu Pandu. Dia lahir sebagai titisan Dewa Aswin. Sadewa sangat menyayangi saudara-saudaranya dan begitu juga sebaliknya, kakak-kakaknya selalu berusaha untuk melindungi Sadewa. Setiap kali Yudistira meminta pendapat dari para saudaranya, yang pertama dipilihnya untuk berpendapat adalah Sadewa. Karena Sadewalah yang paling muda.
Sadewa adalah seorang seniman yang punya pengetahuan yang mendalam tantang berbagai macam seni. Strukarman adalah putranya dari Drupadi. Ketika Pandawa dan Drupadi hidup dalam penyamaran, Sadewa menyamar sebagai gembala sapi dan mengganti amanya menjadi Trantipala.
Putra bungsu Pandu itu adalah kesatria muda yang sama tangguhnya seperti saudaranya. Pada perang Baratayuda, Sadewa pernah memimpin pasukan Pandawa, dia berperang dengan gagah berani. Sadewa melepaskan anak panahnya yang bermata pedang lalu menembus leher Sangkuni dan memenggal kepalanya. Sadewa berhasil membunuh musuhnya yang licik.


Pada saat Pandawa dan Drupadi pergi ke gunung Himalaya untuk mencapai kedamaian Batara Indra, Sadewa meninggal dengan urutan kedua. Dosanya adalah terlalu percya diri dan terlalu yakin akan kesaktiannya hingga meremehkan dewa-dewa dan orang lain. Pada akhirnya Sadewa hidup bahagia di surga bersama keluarganya.

Mahabarata Sadewa

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 21 September 2014
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲